Namun, Jon memiliki sebuah rahasia. Terlepas dari banyaknya wanita cantik yang ia kencani, ia merasa tidak ada yang bisa menandingi kepuasan yang ia dapatkan dari menonton pornografi. Baginya, hubungan seks di dunia nyata terasa kurang memuaskan karena ia tidak bisa mengontrol segalanya seperti yang ia lakukan di depan layar komputer.
Jon Martello (Joseph Gordon-Levitt) adalah seorang pria muda yang memiliki segalanya dalam hidupnya: tubuh yang atletis, mobil yang bagus, apartemen yang bersih, keluarga yang menyayanginya, dan kemampuan untuk "memikat" wanita mana pun di kelab malam. Teman-temannya bahkan menjulukinya "Don Jon" karena kehebatannya tersebut.
Don Jon bukan sekadar film tentang kecanduan pornografi. Lebih dari itu, film ini mengkritik bagaimana objekifikasi terjadi di kedua sisi. Jika pria mengobjekkan wanita melalui konten dewasa, wanita (dalam konteks film ini) seringkali mengobjekkan pria untuk menjadi "pangeran berkuda putih" yang harus memenuhi setiap daftar keinginan mereka. 3. Gaya Editing yang Unik
Mencari kata kunci biasanya membawa Anda pada sebuah film yang tampak seperti komedi romantis biasa, namun sebenarnya menyimpan pesan moral yang sangat mendalam. Film ini merupakan debut penyutradaraan dari aktor ternama Joseph Gordon-Levitt , yang juga merangkap sebagai penulis naskah dan pemeran utama.