Meskipun teknologi efek visual (CGI) belum ada saat itu, film ini berhasil menciptakan kengerian melalui teknik riasan praktis dan suasana lokasi yang mencekam. Menonton film ini di tahun 2021 memberikan pengalaman berbeda dalam memahami bagaimana isu sosial seperti poligami dan perselingkuhan dikemas menjadi kisah horor yang sarat akan pesan moral "siapa yang menabur badai akan menuai badai".
, aktor legendaris yang sering memerankan karakter ikonik atau mistis. Mengapa Masih Layak Ditonton? Meskipun teknologi efek visual (CGI) belum ada saat
: Cerita berpusat pada Harris , yang terobsesi dengan Lisa , anak dari majikannya, Hermawan . Di sisi lain, Mirna , yang merupakan istri muda Hermawan, justru menaruh hati pada Harris dan ingin menjadikannya kekasih. Mengapa Masih Layak Ditonton
Film horor Indonesia zaman dulu (jadul) memiliki daya tarik tersendiri dengan atmosfer klenik yang kental dan akting yang ekspresif. Salah satu judul yang tetap membekas di ingatan pecinta film bioskop lawas adalah yang dirilis pada tahun 1988. Disutradarai oleh Imam Putra Piliang , film ini merupakan kelanjutan semangat dari kesuksesan film Guna-Guna Istri Muda yang populer pada tahun 1977. Film horor Indonesia zaman dulu (jadul) memiliki daya